Suara rintik gerimis menghujam bumi menemani malam sepi
Yang aku dengar hanya suaramu yang tak kunjung henti
Penantian panjang kala itu pun terobati
Dan kini beribu peristiwa hadir karenamu
Rindu yang dulu terpendam di dalam hati akan kehadiranmu
Kini berubah menjadi buncahan amarah
Inginku, kau hadir, menyejukkanku ketika aku merasa dunia ini semakin terbakar
Gersang
Tidak mungkin
Tidak mungkin ini semua terjadi
Marahkah kau?
Bukan, bukan ini maksudku
Aku hanya ingin kau perlahan hadir membawa percikan air
Pengharapanku pada-Nya tak ingin sia-sia
Hancur semua yang ada di sini
Hancur karena hadirmu
Rintihan suara pedih terdengar di satu sisi
Tersayat
Perih

